Faktor yang mempengaruhi perubahan sosial dan kebudayaan

Seiring dengan perkembangan jaman berpengaruh pada perubahan sosial dan kebudayaan masyarakat suatu bangsa. di Indonesia sendiri sekarang mulai terlihat adanya perubahan sosial dan kebudayaan yang ada di masyarakat. Ada banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, yang di antaranya :
  • Perubahan lingkungan alam dan fisik 
Perubahan lingkungan alam dan fisik menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara untuk mempertahankan budaya lokalnya. Karena seiring perubahan lingkungan alam dan fisik, pola pikir serta pola hidup masyarakat juga ikut berubah seiring dengan perkembangannya.

  • Kemajuan Teknologi
Meskipun dipandang banyak memberikan banyak manfaat, kemajuan teknologi ternyata menjadi salah satu factor yang menyebabkan ditinggalkannya budaya lokal. Misalnya, sistem sasi (sistem asli masyarakat dalam mengelola sumber daya kelautan/daratan) dikawasan Maluku dan Irian Jaya. Sistemisasi mengatur tata cara serta musim penangkapan ikan di wilayah adatnya, namun hal ini mulai di lupakan oleh masyarakatnya. Mulai tergantikannya permainan – permainan tradisional oleh permainan – permainan modern. Anak anak kecil sekarang lebih memilih permainan modern seperti PlayStation PS 2, dan 3, X Box, Nintendo, PSP, Game Boy dan masih banyak lagi. Padahal permainan tradisional memiliki banyak sekali kelebihan. Seperti yang di ungkapkan Made Taro yang merupakan salah satu seniman Bali berpendapat bahwa permainan modern tidak bisa dipungkiri kehadirannya, tetapi permainan modern tidak boleh menggeser permainan tradisional yang merupakan budaya asli Indonesia.
Menurut pakar, permainan tradisional memiliki beberapa kelebihan.
1. Permainan tradisional itu bersifat kolektif. Dengan kata lain permainan tradisional itu harus dimainkan oleh banyak orang. Tentunya hal ini akan mendidik anak-anak untuk bergaul, bersosialisasi dengan teman sebayanya, mencari teman bahkan melatih anak untuk berdemokrasi.
2. Keunggulan yang kedua adalah proses dimana dalam permainan tradisional menonjolkan proses permainannya. Mulai dari proses mencari teman-teman yang diajak untuk bermain, berdemokrasi memilih permainan hingga membuat aturan permainan.
3. Keunggulan yang ketiga adalah permainan tradisional tidak pernah berhubungan dengan barang jadi. Permainan tradisional biasanya dibuat langsung oleh para pemainnya. Dengan keterbatasan media tersebut, para pelaku permainan akan berfikir lebih kreatif  dalam menciptakan alat-alat permainan. Selain itu, permainan tradisional tidak memiliki aturan secara tertulis. Biasanya, aturan yang berlaku, selain yang sudah umum digunakan, ditambah dengan aturan yang disesuaikan dengan kesepakatan para pemain. Di sini juga terlihat bahwa para pemain dituntut untuk kreatif menciptakan aturan-aturan yang sesuai dengan keadaan mereka.

  • Masuknya Budaya Asing
Masuknya budaya asing ke Indonesia menjadi tantangan tersendiri agar budaya lokal tetap terjaga di indonesia. Dalam hal ini, peran budaya lokal diperlukan sebagai penyeimbang di tengah perkembangan zaman. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.
Sebagai contoh budaya dalam tata cara berpakaian.Dulunya dalam budaya kita sangatlah mementingkan tata cara berpakaian yang sopan dan tertutup.Akan tetapi akaibat masuknya budaya luar mengakibatkan budaya tersebut berubah.Sekarang berpakaian yang menbuka aurat serasa sudah menjadi kebiasaan yang sudah melekat erat didalam masyarakat kita.Sebagai contoh lain jenis-jenis makanan yang kita konsumsi juga mulai terpengaruh budaya luar.Masyarakat sekarang lebih memilih makanan-makanan yang berasal dari luar seperti KFC,steak, McDanold dan lain-lain.Masyarakat menganggap makanan-makanan tersebut higinis,modern,dan praktis.Tanpa kita sadari makanan-makanan tersebut juga telah menjadi menu keseharian dalam kehidupan kita. Hal ini mengakibatkan makin langkanya berbagai jenis makanan tradisional. 
Bila hal ini terus terjadi maka tak dapat dihindarkan bahwa anak cucu kita kelak tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional yang berasal dari daerah asal mereka. Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan mengharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleh negara lain yang itu pasti sangat merugikan.

  • Kurangnya kesadaran masyarakat
Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. 
Budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan cirri khas dari budaya tersebut. kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negaranya.

  • Kurangnya pembelajaran budaya
Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaiman cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman. Di Tapanuli (Sumatera Utara) misalnya, duapuluh tahun yang lalu, anak-anak remajanya masih banyak yang berminat untuk belajar tari tor-tor dan tagading (alat musik batak). Hampir setiap minggu dan dalam acara ritual kehidupan, remaja di sana selalu diundang pentas sebagai hiburan budaya yang meriah. 
Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini Indonesi Indah (TMII). Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya yang tentunya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jadi sudah sewajarnya, kita sebagai anak muda penerus bangsa untuk ikut serta melestarikan budaya indonesia agar budaya Indonesia selalu ada dan menjadi bagian penting dalam perkembangan bangsa Indonesia.
Advertisement
Faktor yang mempengaruhi perubahan sosial dan kebudayaan | Batik Jateng | 5

2 comments:

  1. makasih banget atas artikelnyaa :)

    ReplyDelete
  2. Thanks banget nih bisa bantu tugas kuliah gue

    ReplyDelete