Dasar Pendidikan

Cara Mengarahkan Anak Pada Hal Positif

Manusia adalah makhluk paling mulia yang diciptakan oleh Tuhan dari makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang lain. Salah satu kemulian yang dimiliki manusia yang diberikan oleh Tuhan adalah diberikannya kelebihan yang tidak dimiliki makhluk lain yaitu “akal”. Manusia mulia karena akalnya, yaitu digunakannya akal untuk berfikir. Berfikir dalam hal ini adalah mampu membedakan antara hal positif dan hal negatif, ketika seseorang menggunakan akalnya untuk berpikir positif maka kemulian yang didapatnya baik dimata manusia dan utamanya di mata Tuhan sebaliknya ketika seseorang menggunakan akalnya untuk berfikir negatif maka jatuhlah kemuliaanya di mata manusia apalagi di mata Tuhan.

Sesuai dengan kutipan diatas bahwasannya kemuliaan seseorang bergantung pada cara berfikirnya maka setiap individu memiliki andil untuk ikut mengarahkan sesamanya kepada hal positif karena kita memiliki kewajiban atas hak orang lain yaitu saling nasihat menasihati dalam ketakwaan dan kesabaran, dalam hal tersebut maknanya sangat luas. Orang tua adalah individu pertama yang berkewajiban mengarahkan anaknya kepada hal-hal positif, yaitu mengarahkan akal nya untuk berfikir bagaimana membedakan antara hal positif dan negatif. Sejatinya anak-anak yang dalam masa belajar mereka mampu berfikir mana yang baik dan tidak baik, namun orang tua tidak cukup sampai disitu peran orang tua mengawasi anak sangat diperlukan karena faktor-faktor dari luar sangat rentan terhadap pola fikir anak. Di sekolah anak mendapatkan pendidikan moral namun itu belum cukup untuk mencegah kontaminasi dari luar, untuk itu peran pengawasan sangat perting.

Lalu bagaimana cara mengarahkan anak kepada hal yang positif, dengan kondisi sekarang ini, berikut adalah beberapa cara yang mungkin dapat membantu untuk mengarahkan anak pada hal positif.

Cara Mengarahkan Anak Pada Hal Positif
Berikut beberapa cara mengarahkan anak pada hal positif :

  1. Orang tua jangan cukupkan memberi pendidikan kepada anak dengan belajar di sekolah saja, karena pendidikan yang di dapat disekolah full memberikan ilmu umum yang menjadi bekal anak mengejar cita-citanya. Diluar dari waktu belajarnya anak akan menggunakan waktu luangnya untuk bermain bersama teman-temannya. Disinilah kiranya anak mendapatkan warna untuk membentuk karakternya, dan orang tua perlu mengawasi anaknya bersama siapa ia bermain. Dalam hal ini orang tua dapat menyeimbangkan pendidikan umum dan pendidikan akhlak dengan mengikut sertakan anak dalam pengajian anak atau remaja. Dengan mengaji anak akan mendapatkan pendidikan akhlak lebih banyak sehingga ini sangat membantu mengarahkan anak kepada hal positif.
  2. Membuat suasana rumah nyaman tidak kalah pentingnya, kenyamanan rumah tidak tergantung pada besar dan mewahnya rumah akan tetapi orang-orang yang terdapat di dalamnya yang memberikan kenyamanan pada suasana rumah. Kenyamanan kekeluargaan mengarahkan anak untuk teratur dan lebih senang mengahbiskan waktunya di rumah, sehingga anak terhidar dari hal negatif. Ketika anak berkegiatan di luar rumah maka berikan anak hard warning, agar ia memanfaatkan waktunya diluar rumah dengan baik dan tidak bertentangan dengan apa yang dinasehatkan kepadanya.
  3. Apresiasikan potensi yang dimiliki anak, sejatinya setiap anak memiliki potensinya masing-masing baik dalam akademik, seni, olahraga dan lain-lain. Dengan membantu mengapresiasi potensi yang dimiliki anak, anak akan berfikir untuk mendalami kemampuannya, sehingga cara berfikirnya akan lebih terarah kepada hal yang positif yang akan membuatnya lebih maju dengan kemampuan yang dimilikinya, daripada ia harus menghabiskan waktunya dengan sia-sia.
  4. Jangan biarkan anak memilih jalannya sendiri, arahkan setiap keinginanya kepada hal yang lebih baik. Jadilah tempat curhat terbaik bagi anak dengan menempatkan diri sesuai situasi dan kondisi anak, ketika anak merasa tidak ada teman yang cocok dengannya maka jadilah teman yang baik bagi anak, ketika anak merasa sedih karena temannya jadilah sahabat yang menegarkannya dan lebih dari pada itu jadilah orang tua yang pengetian dan teladan yang baik bagi anak. Dengan begitu anak akan merasa senang dan tenang ketika ia diarahkan dan anak akan selalu meminta arahan dan solusi kepada orang tuanya.

Gimana bunda, sudah ada hal positif yang bisa dilakukan dalam rangka cara mengarahkan anak pada hal positif seperti penjelasan diatas ? Yuk coba diterapkan, dan lihat hasilnya.

Cara Mudah Mengontrol Perilaku Negatif Anak

Ada perilaku baik pasti ada perilaku buruk, setiap anak memiliki kedua sifat tersebut. Orang tua memiliki peran utama mengontrol setiap perilaku anaknya. Mengontrol anak yang memiliki dominan perilaku baik itu tidaklah sulit anak semacam ini lebih mudah diatur dan diarahkan. Sangat bertolak belakang dengan anak yang memiliki dominan perilaku negatif, perlu kesabaran ekstra untuk mengontrol dan mendidiknya. Seperti yang pernah saya ulas dalam beberapa artikel sebelumnya, bahwa lagi-lagi orang tua lah yang kemudian harus memperbaiki dirinya  terlebih dahulu, karena pada dasarnya anak akan mengikuti apa yang pertamakali ia lihat dan ia dengar.

Selain orang tua yang berpengaruh memberikan perilaku positif dan negatif kepada anak, ada pula beberapa factor yang ikut andil dalam mempengaruhi perilaku anak yaitu diantaranya :
1. Keluarga, memiliki andil yang cukup kuat untuk membentuk perilaku/karakter anak, karena disinilah masa pendidikan anak dimulai.
2. Lingkungan, lingkungan yang buruk memiliki dorongan kuat bagi setiap warganya untuk berperilaku buruk pula dan perlu keteguhan ekstra melindungi keluarga dari pengaruh buruk lingkungan tersebut, dan sebaliknya lingkungan yang baik mendorong setiap warganya untuk berperilaku baik.
3. Tontonan, orang tua banyak dari kita mengetahui tayangan-tayangan TV saat ini, banyak diantaranya yang tidak layak menjadi tontonan anak-anak, oleh karenanya perhatikan tontonan seperti apa yang disukai anak pastikan apa yang dilihat anak adalah tontonan yang baik baginya.
4. Teman, “perumpamaan seorang teman, apabila kita berteman dengan penjual minyak wangi, kita akan mendapati wanginya. Sedangkan apabila berteman dengan seorang pandai besi maka bisa jadi kita akan terkena apinya” mungkin kutipan tersebut cukup mewakili bahwasannya seorang teman sangat berperan dalam mempengaruhi perilaku anak. 

Faktro-faktor diatas sangat umum ada di sekitar kita, dan telah menjadi bagian dari kebutuhan premier seseorang, selain sandang pangan dan papan. Lalu bagaimana orang tua mengontrol prilaku anak, dengan semua faktor yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian anak. Orang tua mulailah mengontrol anak dengan membekali anak pendidikan moral dan akhlak yang continue.

Cara Mengontrol Perilaku Negatif Anak
Berikut beberapa cara mudah mengontrol perilaku negatif anak
1. Berikan rambu-rambu pada anak, sejatinya anak yang memiliki dominan perilaku negatif tidak senang diatur ia akan banyak melanggar nasihat orang tua. Namun orang tua dapat memberikan rambu-rambu pada anak, mana yang boleh dan masih dalam batas wajar, dan berlakukan punishment untuk sekedar membuat anak jera.
2. Mengontrol sesuai keadaan lingkungan, ketika lingkungan baik orang tua tua dapat mengontrol anak cukup dengan megarahkan anak, namun ketika lingkungan buruk ada baik nya anak diberi ruang bermain di rumah dengan begitu orang jauh lebih mudah mengontrol perilaku anak.
3. Perhatikan apa yang menjadi acara TV kesukaannya, acara TV memiliki sifat persuasif dimana setiap pasang mata yang melihat acara di TV apapun itu, baik spontan atau tidak akan membawa penontonnya menjadi seorang plagiat. Oleh karenanya orang tua berilah larangan anak untuk menonton TV dimalam hari.
4. Perhatikan bersama siapa anak berteman, membatasi pertemanan memang tidak dianjurkan namun mengawasi dan mengontrol itu sangat perlu. Cara kontrol yang mudah diterapkan pada hal ini adalah memberikan kesempatan anak untuk membawa teman-temannya bermain bersama dirumah, disitu dapat kita lihat bagaimana anak bergaul dan berperilaku.
5. Berikan edukasi tentang perilaku buruk dan dampaknya, begitupun sebaliknya berikan pula edukasi pentingnya berperilaku baik. Dengan memberikan edukasi yang baik dan agar anak menghindari yang buruk, ini akan menjadi kontrol orang tua kepada anak ketika anak tidak bersama orang tua, baik ketika anak sedang bersekolah ataupun kegiatan lain di luar rumah.

Itu tadi beberapa tips atau cara mengontrol perilaku negatif anak yang bisa Anda perhatikan, untuk mendidik anak Anda menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Dan sebagai orang tua sudah sepantasnya peduli terhadap perilaku anak.

Tips Meningkatkan Minat Membaca pada Anak

Membaca adalah salah satu kegiatan yang bisa menjadi hobi dari setiap orang. Untuk membantu anak suka membaca, Anda perlu membaca banyak buku dan motivasi. Melalui buku, anak bisa membuka pikirannya terhadap pengetahuan yang ada disekitarnya dan juga bisa meningkatkan kreativitas si anak.

Tips Meningkatkan Minat Membaca pada Anak
Berikut Tips Meningkatkan Minat Membaca Anak yang bisa Anda terapkan pada anak Anda.

1. Biasakan Diri Anda Membaca 
Untuk meningkatkan minat membaca anak, Anda harus memberikan contoh yang baik untuknya. Caranya Anda bisa membaca koran atau majalah, sehingga Anda bisa melihat kebiasaan orangtuanya dalam membaca dan timbut minat untuk ikut membaca.

2. Sediakan Bacaan Sesuai Usianya
Pertimbangkan untuk berlangganan majalah. Sediakan majalah, tabloid atau bacaan yang sesuai dengan usia anak Anda atau serial buku yang bisa membuat si kecil  tertarik untuk belajar membacanya. Letakkan buku dan majalah di rak dan mudah untuk dijangkau olehnya.

3. Ajak Anak ke Toko Buku
Ketika Anda pergi ke toko buku, ajaklah anak Anda agar anak tertarik dengan berbagai genre buku anak yang tersedia dan ingin membacanya di rumah.
Tips Meningkatkan Minat Membaca pada Anak

4. Bahaslah tentang buku-buku menarik dengan anak Anda
Ketika sedang santai bersama anak, bahaslah buku-buku yang disukai anak Anda. Mintalah anak Anda untuk menceritakan kembali buku yang telah dibacanya. Tunjukkan pada anak Anda bagaimana membaca memainkan peran penting dalam hidup seseorang karena merupakan sumber pengetahuan.

5. Bantu anak Anda menyusun buku-bukunya
Menyusun sendiri buku-buku favorit anak dalam rak bisa menumbuhkan minat anak untuk memperbanyak koleksi bukunya. Minat untuk mengoleksi buku-buku bisa menumbuhkan keinginan membaca yang lebih besar.

6. Ajarkan si Kecil Membaca Buku dengan Menyuarakan Tokoh yang ada dalam Buku
Membaca puisi, dialog atau narasi bisa menghidupkan kata-kata pada setiap halaman. Tunjukkan pada si kecil bagaimana menggunakan nada suara yang harus digunakan untuk bertindak sebagai karakter tokoh dalam buku.

7. Tingkatkan Level Bacaan Anak
Untuk membantu anak membaca secara teratur, Anda mungkin harus mengenalkan berbagai jenis buku padanya. Tingkatkan level bacaan secara perlahan-lahan seiring dengan perkembangan usia anak.

Demikian beberapa tips yang perlu Anda pelajari sebagai orang tua, untuk meningkatkan minat membaca pada anak usia dini, semoga bermanfaat dan jangan lupa di share ya bunda.

Tips Mengajari Anak untuk Bersikap Sopan

Di usianya yang masih tergolong muda, anak bisa belajar mengenai dasar-dasar bersikap sopan. Hanya saja ia belum terlalu mengerti atau bisa melakukannya secara langsung ketika Anda mengajarinya sesuatu pada saat ini. Lantas, apa yang dapat Anda lakukan?
Jadikan saja sopan santun sebagai bagian dari perbincangan antara Anda dan anak. Memikirkan perasaan orang lain adalah dasar dari sikap yang sopan. Doronglah anak untuk selalu melakukannya.
Seiring dengan bertambahnya usia, anak semakin mampu mengikuti petunjuk dan arahan Anda dalam menunjukkan sikap yang sopan. Di sekolah, ia akan selalu diminta untuk diam, antre, dan mengacungkan jari ketika dipanggil guru.

Tips Mengajari Anak untuk Bersikap Sopan
Berikut ini kami akan memberikan Tips Mengajari Anak untuk Bersikap Sopan yang bisa Anda terapkan.

1. Bicarakan Tentang Harapan
Keterampilan berbahasa anak memang masih dalam tahap berkembang, sehingga Anda dapat menanyakan padanya tentang bagaimana seharusnya kita menjaga sopan santun. Beritahu apa harapan Anda ketika kita bersikap sopan dan dengarkan kesulitan apa yang  dialaminya. 
Jka si kecil tidak bisa duduk diam saat anggota keluarga lain sedang menikmati makan malam, biarkan ia meninggalkan meja makan untuk bergerak sesukanya. Hanya saja, ia harus berada dalam jangkauan Anda. Juga, anak sering mengikuti aturan yang mereka pikir diciptakannya, sehingga mintalah ia untuk mengatakan aturan sopan santun apa saja yang akan dipikirkannya.
Tips Mengajari Anak untuk Bersikap Sopan


2. Jaga Batasan-batasan
Mungkin Anda pernah mengatakan pada anak Anda bahwa Anda merasa sedih ketika ia mengatakan baju Anda jelek. Meski demikian, tetaplah berusaha membuka diskusi tentang apa yang dapat dan tidak dapat diterima. 
Cara yang lebih baik untuk mengatasinya yiatu dengan mengatakan, “Kamu tidak sopan untuk berbicara seperti itu terhadap Mama”. Mengajarkan anak untuk memiliki sikap sopan santun adalah sebuah proses yang berlangsung terus menerus. Anda harus bersabar dan tetap yakin bahwa anak Anda mampu melakukannya meski masih usia anak-anak. 

Baca juga : Tips mendidikan anak agar tidak manja dan lebih mandiri

Itulah sedikit ulasan mengenai Tips Mengajari Anak untuk Bersikap Sopan yang dapat kami sampaikan. Selebihnya Anda sebagai orangtua lebih mengetahui karakter anak Anda masing-masing dan lebih paham dalam memberikan solusi yang berkaitan dengan sikap anak Anda.

Tips Mendidik Anak agar Lebih Mandiri dan Tidak Manja

Didalam sebuah keluarga, tentu Anda mengingikan anak bisa tumbuh menjadi orang yang mandiri. Sebagai orangtua, Anda perlu berhati-hati dalam mengasuh anak pada masa perkembangannya karena setiap didikan kita bisa berpengaruh pda kehidupannya di masa depan. Berikut ini akan disampaikan Tips Mendidik Anak agar Lebih Mandiri dan Tidak Manja

1. Jangan Menuruti Semua Keinginan Anak
Meski Anda sangat menyayangi buah hati Anda, menuruti semua keinginannya hanya akan membuat anak Anda tumbuh menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Bila si kecil sudah dimanjakan dan semua keinginannya diwujudkan oleh Anda
Dampak ke depannya anak tidak bisa mandiri dan malas karena mereka akan mengandalkan Anda sebagai orangtuanya bisa mewujudkan apa yang diinginkannya. Biasakanlah anak Anda untuk berusaha mengerjakan tugasnya sendiri agar mereka bisa belajar bertanggung jawab untuk dirinya sendiri.

2. Jangan Terlalu Banyak Melarang
Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya menjadikan mereka ingin mencoba hal-hal baru yang akan ia lakukan secara leluasa. Ketakutan dari orangtua yaitu kemungkinan terjadi hal-hal terburuk pada anak. Sehingga banyak orangtua yang melarang atau memberi batasan terhadap suatu hal yang dapat membahayakan anak.
Larangan hanya akan membuat rasa penasaran bagi mereka untuk melakukannya dan bisa saja anak akan berbohong karena larangan dari orangtuanya. Komunikasi dua arah merupakan solusi terbaik untuk mengingatkan anak. Beri tahukan pula tentang risiko yang mungkin terjadi pada anak bila melakukan hal tersebut.

3. Ajar anak untuk jujur
Jangan sekali-kali Anda memberi contoh pada anak untuk berbohong. Ajar mereka untuk selalu terbuka tentang apapun, baik menyangkut perasaannya, atau kendala yang tengah dihadapinya. Jangan membiarkan anak Anda menutup dirinya terhadap Anda.

4. Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan fisik
Seringkali Anda merasa marah atau kesal melihat tingkah anak Anda yang buruk. Salah satu cara yang bisa membuat anak jera yiatu dengan hukuman fisik. Bila anak Anda melakukan suatu kesalahan, Anda sebaiknya memberi tahu secara baik-baik dengan bahasa yang mudah dipahaminya tanpa harus memberi hukuman fisik.
Kekerasan fisik hanya akan membuat jiwa anak terluka, selain fisik atau tubuh mereka yang terluka. Hal tersebut akan berdampak negatif pada pertumbuhan jasmani dan emosional anak. Hukuman fisik juga bisa memicu anak semakin tidak menghormati Anda dan akan memberontak.

5. Kasih dan perhatian
Seorang anak akan merasa nyaman bila Anda menunjukkan kasih sayang dan perhatian padanya. Kepedulian orangtua dalam hal apapun akan sangat berarti baginya.
 Perhatian disini bukan berarti bagaimana Anda bisa memberikan benda atau materi kepada anak, tetapi juga dalam tindakan. Misal, menemani ketika mereka sedang mengerjakan tugas di rumah. Dengan demikian anak akan lebih bersemangat dalam belajar.

Menjadi orang tua merupakan tugas dan tanggung jawab yang mulia. Didiklah anak Anda dengan baik, sehingga anak Anda akan memberikan sukacita bagi Anda dan juga keluarga.

Cara Memulihkan Kembali Rasa Percaya Diri Anak

Dalam masa pertumbuhan, anak-anak sangat rentan mengalami tindak kekerasan yang bisa menghancurkan rasa percaya diri anak, sehingga hal ini harus segera ditangani agar tidak menjadi masalah baginya kelak ketika ia tumbuh dewasa nanti. Oleh karena itu, Anda sebagai orangtua diminta agar lebih peduli pendidikan dan pertumbuhan anak Anda, tidak hanya sebatas pertumbuhan fisik melainkan juga mental dan kepribadiannya.

Namun, apabila seorang anak telah terlanjur hancur rasa percaya dirinya yang disebabkan oleh beberapa faktor, maka dari itu, kami akan berbagi Tips Memulihkan Kembali Rasa Percaya Diri Anak yang setidaknya bisa membantu si kecil untuk menemukan kembali rasa percaya yang ada di dalam dirinya.

Cara Memulihkan Kembali Rasa Percaya Diri Anak
1. Cari tahu penyebabnya
Langkah pertama untuk memulihkan rasa percaya diri anak ialah cari tahu apakah yang menjadi penyebab si kecil sehingga ia tidak lagi percaya diri. Setelah itu, carilah solusi yang tepat untuk mengatasinya. Jalinlah sikap saling percaya terlebih dahulu antara Anda dan anak, kemudian minta ia untuk terbuka dan menyampaikan masalah apa yang tengah menjadikannya khawatir dan tidak percaya diri.

2. Komunikasi
Komunikasi yang jarang dilakukan oleh orangtua kepada anak bisa saja membuat seorang anak kehilangan rasa percaya dirinya. Sebenarnya ia butuh perhatian dari orangtuanya. Seharusnya Anda sebagai orangtua harus bisa menjadi tempat yang paling nyaman dan juga aman bagi seorang anak untuk menyampaikan segala keluh kesahnya. Oleh karena itu, segera perbaiki komunikasi Anda dengan buah hati Anda agar ia tahu bahwa Andalah yang paling sayang dan peduli terhadap masa depannya.

3. Jangan membandingkan kemampuannya dengan orang lain
Setiap anak mewarisi bakat serta kecerdasannya yang berbeda satu sama lain, sehingga sangat tidak bijaksana jika Anda membandingkan kemampuan anak Anda dengan kemampuan anak lainnya, Hal ini sangat tidak bisa untuk dipasakan. Karenanya, Anda harus memahami dengan baik kemampuan yang dimiliki oleh anak Anda kemudian bantu ia untuk mengembangkannya agar semakin baik potensi yang ia miliki sehingga dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.
Cara Memulihkan Kembali Rasa Percaya Diri Anak

4. Berikan pujian padanya
Cara Memulihkan Kembali Rasa Percaya Diri Anak lainnya ialah dengan memberikan pujian, kebanyakan orang sangat suka jika ia dipuji. Hal ini merupakan suatu bentuk penghargaan bahwa apa yang telah ia lakukan sangat bermanfaat. Oleh karena itu, berikan pujian dengan tulus atas apa yang telah dicapainya oleh anak Anda. Anda bisa memberikan penghargaan dalam wujud hadiah agar pujian dari Anda semakin berkesan bagi anak Anda sehingga rasa optimisme dalam dirinya akan semakin meningkat.

5. Jangan Pernah Mengertak Anak
Jangan pernah mengertak si kecil ketika anak melakukan kesalahan, sebagai orangtua Anda sebisa mungkin harus menghindari ucapkan atau kata-kata yang bisa menyakiti hati si kecil atau bahkan pemukulan secara fisik. Dengan tindakan seperti itu, akan membuat rasa percaya dirinya semakin menurun.

6. Latih anak membuat keputusan
Libatkan anak dalam setiap pengambilan keputusan dalam keluarga. Mintalah pada si kecil untuk memberikan pendapatnya. Dengan demikian hal ini akan mengajarkan si kecil bahwa keputusan dalam suatu kelompok orang (dalam hal ini keluarga) harus mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak yang terlibat.

7. Beri dia tanggung jawab
Berikan kepada si kecil tanggung jawab seperti menjaga adiknya, membersihkan tempat tidurnya, dan kegiatan lainnya. Kemudian berikan pujian agar ia merasa bahwa apa yang telah ia kerjakan bermanfaat dan tidak sia-sia.

8. Dukung cita-citanya
Mendukung cita-cita anak merupakan salah satu cara memulihkan kembali rasa percaya diri anak yang perlu anda perhatikan. Jangan pernah memaksa anak untuk menjadi seperti yang orangtua inginkan, akan tetapi dukung dan arahkan si kecil untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya.

9. Ajak anak bersosialisasi dengan orang lain
Jangan biarkan anak ditinggal sendiri di rumah. Ajaklah ia agar mau bersosialisasi dengan orang lain. Perkenalkan pada teman-temannya atau ajak ia membahas topik-topik ringan yang sering terjadi dalam kesehariannya.

10. Meyakinkannya
Ketika suatu kegagalan ia alami, yakinkan padanya bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang sempurna. Katakan pula bahwa kegagalan merupakan awal dari sebuah keberhasilan selagi orang tersebut mau berusaha dan pantang menyerah maka kesuksesan akan menghadangnya.

Itulah beberapa Tips atau Cara Memulihkan Kembali Rasa Percaya Diri Anak  yang bisa Anda terapkan. Semoga dengan adanya artikel diatas bisa membantu dan mohon untuk bisa di share ke temen-temen.

Tips Melakukan Parenting Control pada Anak

Melakukan Parenting Control memang sangat penting. Kita sebagai orangtua harus senantiasa mengawasi perkembangan anak terlebih sekarang perkembangan teknologi yang kian modern dan banyak berbagai ancaman yang bisa menyerang anak Anda. Apabila Anda ingin menerapkan hal tersebut pada anak Anda, sebaiknya Anda perlu memperhatikan Tips Melakukan Parenting Control pada Anak berikut.

  1. Jelaskan pada buah hati Anda tentang perlunya keamanan di dunia online. Berikan batasan dan aturan yang tegas tentang jam untuk bermain game online, aplikasi apa saja yang boleh di unduh, situs web apa saja yang boleh dikunjungi. Jelaskan pula konsekuensi internet yang digunakan tidak pada tempatnya. 
  2. Alih-alih serba melarang, pastikan anak nyaman ketika berdiskusi tentang pengalaman mereka berinternet dan hal-hal yang ia temui di online. Sehingga, bia ia mengalami kesulitan, mereka akan bertanya pada Anda sebagai orangtua dan bukan dengan pihak luar.  
  3. Jangan sungkan-sungkan untuk mencoba bermain game bersama anak Anda. Hal ini bisa menjadi cara yang efektif untuk membangun family techno system dan mengajarkan online safety kepada anak.
  4. Biasakan untuk menggunakan password. Ajari anak untuk melengkapi gadget mereka dengan password dan tekankan padanya untuk tidak sembarangan memberikan password pada orang lain.
  5. Dalam bermain media sosial, ajarkan hal apa yang dapat disebarkan dan mana yang tidak begitu perlu untuk disebarkan. Ajarkan cara mereka untuk berkomunikasi dengan baik. 
  6. Jangan sembarangan menunggah dan berbagi foto maupun video. 
  7. Manfaatkan setting privacy. Ajarkan anak untuk mengatur privasi mereka di akun media sosial. Sebaiknya, ingatkan pada anak untuk tidak berteman dengan orang yang tidak ia kenal di dunia nyata. Ajari pula si kecil cara memblokir follower atau report user yang mem-posting konten yang tidak layak atau berbau hal negatif. 
  8. Gunakan software antivirus dan rajin-rajinlah untuk meng-upgrade.

Itulah beberapa Tips Melakukan Parenting Control pada Anak yang bisa Anda ajarkan. Bersikaplah secara bijak pada anak Anda. Semoga artikel diatas bisa bermanfaat.